Media sosial sebagai alat strategis dalam personal branding: Edukasi untuk kalangan Gen Z

Main Article Content

Evi Karlina Ambarwati
Tri Widya Budhiharti
Khoirul Bhariyyah
Nina Puspitaloka
Indah Purnama Dewi
Revi Aksep Sativa
Praditya Putri Utami
Tikka Muslimah

Abstract

Generasi Z sebagai digital native memiliki tingkat penetrasi internet dan media sosial yang sangat tinggi, namun seringkali belum memanfaatkannya secara strategis untuk membangun personal branding yang mendukung prospek karir mereka, khususnya di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas siswa SMK Bhinneka Kabupaten Karawang dalam memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai alat strategis personal branding, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai etika dan kesehatan digital. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop yang diikuti oleh 102 siswa dan mencakup dua materi utama, yaitu pemanfaatan media sosial untuk personal branding serta etika dan kesehatan digital. Hasil evaluasi pra-kegiatan mengungkapkan bahwa meskipun merupakan pengguna aktif TikTok, Instagram, dan YouTube, kesadaran siswa dalam membangun personal branding masih sangat rendah . Di sisi lain, kesadaran akan etika digital cukup tinggi, ditunjukkan dengan sikap hati-hati dalam berkomentar dan menghindari konflik online. Temuan yang mengkhawatirkan adalah 40,2% peserta sering merasa cemas atau stres setelah menggunakan media sosial, yang mengindikasikan kerentanan kesehatan mental. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang holistik—yang menggabungkan strategi personal branding dengan prinsip etika dan kesehatan digital—sangat dibutuhkan. Workshop ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta dan merekomendasikan integrasi materi serupa ke dalam kurikulum sekolah secara berkelanjutan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas digital, tetapi juga bertanggung jawab dan sehat secara mental.

Article Details

Section
Articles

References

APJJI. (2023). Survei APJII Pengguna Internet di Indonesia Tembus 215 Juta Orang. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id/berita/d/survei-apjii-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-215-juta-orang#:~:text=Bisnis.com%2C JAKARTA - Survei,yang sebesar 275.773.901 jiwa.

Bowen, G. (2021). Digital leadership, ethics, and challenges. In Strategy, Leadership, and AI in the Cyber Ecosystem (pp. 23–39). Academic Press.

Gorbatov, S., Khapova, S. N., & Lysova, E. I. (2018). Personal branding: Interdisciplinary systematic review and research agenda. Frontiers in Psychology, 9(NOV), 1–17. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.02238

Hague, C., & Payton, S. (2011). Digital literacy across the curriculum. Curriculum Leadership.

Jones, L. M., & Mitchell, K. J. (2016). Defining and measuring youth digital citizenship. New Media and Society, 18(9), 2063–2079. https://doi.org/10.1177/1461444815577797

Khedher, M. (2014). Personal branding phenomenon. International Journal of Information, Business and Management, 6(2), 29–41.

Labrecque, L. I., Markos, E., & Milne, G. R. (2011). Online Personal Branding: Processes, Challenges, and Implications. Journal of Interactive Marketing, 25(1), 37–50. https://doi.org/10.1016/j.intmar.2010.09.002

Lipschultz, J. H. (2023). Social media communication: Concepts, practices, data, law and ethics. Routledge. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781003281924

Turner, A., & Turner, A. (2018). Generation Z : Technology and Social Interest. The Journal of Individual Psychology, 71(2), 103–113.

Twenge, J. (2025). Technology and Cultural Change. Handbook of Social Psychlogy 6th Edition. https://doi.org/10.70400/bznv4498